politik dan islam

Monday, August 7, 2017

POLITIK ISLAM PADA MASA KERAJAAN MAJA PAHIT



POLITIK ISLAM PADA MASA KERAJAAN MAJA PAHIT                                                   
Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya (1293 M). Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 yaitu pada masa kekuasaan Hayam Wuruk (1350-1389 M) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364 M. Kerajaan inilah yang nantinya di jadikan kerajaan Islam oleh wali songo yang dipindahkan ibu kotanya dari maja pahit ke wilayah demak  yang dululnya merupakan wilayah kekuasaan dari kerajaan maja pahit
yang nanntinya di jadikan nama sebuah kerajaan bernama DEMAK BIN TORO yang didirikan oleh RADEN PATAH atas restu dan dukungan para wali songo yang diperkirakan tidak lama setelah keruntuhan kerajaan majapahit ( semasa pemerintahan prabu brawijaya ke V / kertabumi ) yaitu tahun ± 1478 M . sinengkelan ( ditandai dengan condro sengkolo ) “ SIRNO ILANG KERTANING BUMI “ . adapun berdirinya kerajaan demak sinengkelan “ geni mati siniram janmi” yang artinya tahun soko 1403 / 1481 M.
            Islam pada masa kerajaan maja pahit dengan leluasa pada masa prabhu brawijawa  yang menurut sejarah yang ada diawali saat  prabhu brawijaya memiliki permaisuri dari kerajaan campa yang sangat cantik. Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan sampai pada ahirnya Dewi Anarawati  oleh beliau di peristri. Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta sesuatu dari baginda prabu, beliau langsung menurutinya.
            Setelah Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana politknya yaiatu meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha. Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Setelah baghinda menuruti kemauanya lalu Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun sebagai pusan pendidikan bagi kaum muslim. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.
Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad. Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.
Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha ( Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka
Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Asmorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.
Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan. 
Setelah padepokan Islam didirikan sayyid ‘ali Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.
Begitulah kiranya masuknya Islam pada masa kerajaan maja pahit. Semua di lakukan menggunakan da’awah islam danpolik demi tujuan tertentu. Karena politik menurut Islam adalah suatu siasat tertentu alan kekuasaan demi mewujudkan impian akan kebutuhan dan kelarasan umat. Di dalam berdawah tentu saja memakai etika untuk menunjang tujuan mereka di dalam  praktik politik mereka didalam menyebarkan aga Islam. Semoga bermanfaat..............................................amin


No comments:

Post a Comment

KORELASI ANTARA ISLAM DAN POLITIK

KORELASI ANTARA ISLAM DAN POLITIK Sebelum membahas korelasi antara islam dan politik  terlebih dahulu saya akan menjelaskan pengertian s...