Kerajaan
Majapahit merupakan kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya (1293 M).
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 yaitu pada masa
kekuasaan Hayam Wuruk (1350-1389 M) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada
(1331-1364 M. Kerajaan inilah yang nantinya di jadikan kerajaan Islam oleh wali songo
yang dipindahkan ibu kotanya dari maja pahit ke wilayah demak yang dululnya merupakan wilayah kekuasaan
dari kerajaan maja pahit
yang
nanntinya di jadikan nama sebuah kerajaan bernama DEMAK BIN TORO yang didirikan
oleh RADEN PATAH atas restu dan dukungan para wali songo yang
diperkirakan tidak lama setelah keruntuhan kerajaan majapahit ( semasa
pemerintahan prabu brawijaya ke V / kertabumi ) yaitu tahun ± 1478 M .
sinengkelan ( ditandai dengan condro sengkolo ) “ SIRNO ILANG KERTANING BUMI “
. adapun berdirinya kerajaan demak sinengkelan “ geni mati siniram janmi” yang
artinya tahun soko 1403 / 1481 M.
Islam
pada masa kerajaan maja pahit dengan leluasa pada masa prabhu brawijawa yang menurut sejarah yang ada diawali saat prabhu brawijaya memiliki permaisuri dari
kerajaan campa yang sangat cantik. Melihat kecantikan putri berdarah indo-china
ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan sampai pada ahirnya Dewi Anarawati oleh beliau di peristri. Saking
tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta sesuatu dari baginda prabu,
beliau langsung menurutinya.
Setelah
Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya.
Dia lantas menggulirkan rencana politknya yaiatu meminta kepada Prabhu
Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir
utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan,
seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha. Mendengar
permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Setelah
baghinda menuruti kemauanya lalu Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar
diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada
di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun
sebagai pusan pendidikan bagi kaum muslim. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya
menyetujuinya.
Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan
luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata.
Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua
putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad. Sesampainya di Gresik,
pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim
pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa.
Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan
Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan
Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk
Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada
waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan
hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik
Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh
Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang
meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas
dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.
Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah
datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha ( Sangha
= Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta.
Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata
Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.:
Damar Shashangka
Rombongan dari Champa ini sementara waktu
beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara
Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit
dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Asmorokondi.
Makamnya masih ada di Gresik sekarang.
Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai
juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim
As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad
diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam
yang hendak didirikan.
Setelah padepokan Islam didirikan sayyid ‘ali
Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam
pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama,
berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi
Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama
Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.
Begitulah kiranya masuknya Islam
pada masa kerajaan maja pahit. Semua di lakukan menggunakan da’awah islam danpolik demi tujuan tertentu. Karena politik menurut Islam adalah suatu siasat
tertentu alan kekuasaan demi mewujudkan impian akan kebutuhan dan kelarasan
umat. Di dalam berdawah tentu saja memakai etika untuk menunjang tujuan mereka di dalam praktik politik mereka didalam menyebarkan aga Islam. Semoga bermanfaat..............................................amin
No comments:
Post a Comment