politik dan islam

Wednesday, August 9, 2017

Sejarah perkembangan politik islam di Indonesia



Islam merupakan agama yang fleksible, eksistensinya dapat diterima dan dapat diterapkan pada kondisi zaman kapanpun. Sebagai bukti bahwa islam itu fleksible, bila dilihat dari sejarah perkembanganya di indonesia, Islam begitu cepat berkembang dan mampu bersaing dengan doktrin agama yang telah ada jauh sebelum Islam datang. Realisasinya begitu banyak kerajaan Islam yang ada di indonesia dan mampu merangkul berbagai suku, ras serta golongan tertentu yang ajaranya jelas berbeda. Dengan kegigihan dan kesabaran para penyiar aga islam waktu itu, maka terwujudlah Islam dapat merambah berbagai suku, ras serta golongan yang nantinya seiring dengan zaman terwujudlah kesatuan bangsa yaitu bangsa Indonesia. Hal itu terjadi tidak lain karena pengaruh para pejuang Islam yang tidak lari dari tujuan agama Islam ada di muka bumi yaitu agama yang rahmatal lil ‘alamin. Ajaran itulah yang membuat para pemuka Islam untuk membuat idiologi – idiologi tertentu untuk diajarkan serta di sebar luaskan pada era sejarah hingga saat ini.
Seiring dengan perkembangan zaman, Islam semakin berkembang dan mempunyai pengaruh yang signifikan hinga pada ahirnya muncullah sebuah perkumpulan dan gerakan hingga terbentuklah komponen bangsa ini  untuk mendirikan organisasi – organisasi politik Islam sebagai wadah baru yang mampu menampung aspirasi aspirasi rakyat. Setelah itu barulah muncul pemikiran ideologis Islam. sekitar tahun 1930-an Munculnya MIAI, GAPI, dan lain-lain dalam Majelis Rakyat Indonesia (MRI) misalnya, telah memunculkan ide-ide masa depan Indonesia, yaitu tuntutan Indonesia berparlemen. Pemikiran ideologis itu misalnya muncul dalam bentuk yang sangat sederhana. Seorang juru bicara MIAI, Wiondoamiseno, mendukung Indonesia berparlemen dengan catatan bahwa parlemen itu harus "berlandaskan Islam" tanpa menjelaskan apa maksudnya. pemikiran ideologis ini muncul lebih sistematik ketika GAPI menyusun suatu memorandum mengenai konstitusi Indonesia masa depan, MIAI mengatakan bahwa ia mendukung rencana GAPI dengan mengharapkan agar kepala negara Indonesia adalah beragama Islam. Akan tetapi Menjelang kemerdekaan Indonesia, perdebatan dalam Badan Penyelidik melibatkan pemimpin Islam pada perdebatan sengit tentang konstitusi negara. Kompromi yang membawa kepada kemenangan Islam hampir saja diraih bila saja tidak ada upaya-upaya lobbyingI yang dilakukan Muhammad Hatta dengan pemimpin Islam untuk merelakan penghapusan "tujuh kata" dalam Mukaddimah UUD 1945. Penghapusan tujuh kata yang penting dan diperdebatkan secara mendalam itu hanya dihadapi dengan "kepentingan keutuhan nasional".
Pada perkembangan berikutnya, kekuatan ideologis Islam menempatkan posisinya pada kedudukan partai politik Islam yang ternyata tidak membawa perubahan kualitatif apapun dalam perkembangan Indonesia modern. Kehadiran partai politik Islam di masa setelah kemerdekaan selalu ditandai dengan beragamnya aspirasi politik dari "partai-partai Islam", sehingga pada gilirannya partai politik Islam itu berjalan sendiri-sendiri hingga keadaan saat ini. Umat Islam saat ini tidak mau dikendalikan oleh partai manapun termasuk pasrtai yang berasaskan islam. Hal itu terjadi karena peran ulama dalam berbagai kekuatan politik dan peran kemasyarakatan merupakan fenomena baru setelah era partai Islam memudar yang mampu membawa kekuatan idiologi – idiologi politik Islam yang independent tanpa ikut campur tangan partai manapun termasuk partai yang berasaskan islam. Dengan begitulah umat Islam akan menjadi kekuatan politik yang mampu menjaga keutuhan kemerdekaan indonesia tanpa pengaruh idiologi – idiologi politik di luar Islam Indonesia. Karena Islam Indonesia sangat berbeda denga Islam lain. Islam Indonesia yang kultural yang sangat menjunjung nilai – nilai dan budaya pribumi serta menjaga idiologi yang islami untuk dijadikan pegangan hidup serta menjaga etika dalam berpolitik untuk menjunjung nilai kebangsaan yaitu bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment

KORELASI ANTARA ISLAM DAN POLITIK

KORELASI ANTARA ISLAM DAN POLITIK Sebelum membahas korelasi antara islam dan politik  terlebih dahulu saya akan menjelaskan pengertian s...